Jalan-jalan ke Ibukota Bulgaria, Sofia

Jalan-jalan ke Ibukota Bulgaria, Sofia

Ibukota Bulgaria Sofia

Sofia adalah kota yang berkilauan pada saatnya nanti masa depan; Ibukota Bulgaria ini tetap dengan penuh semangat masih berkembang namun tidak berubah dari keistimewaannya sendiri yaitu berusaha untuk menjaga eksistensi yang lebih berbudaya dan sopan.

Secara dramatis Ibukota Bulgaria dikelilingi oleh Pegunungan Balkan di utara dan Pegunungan Vitosha di selatan. Sofia berdiri di dataran terbuka di ketinggian 550 meter (1.804 kaki) di atas permukaan laut di Bulgaria barat. Inilah dualitas antara pertarungan antara urban dan keajaiban alam yang menjadikannya tempat yang menarik untuk dikunjungi, dan lebih banyak lagi untuk menarik perhatian para wisatawan di seluruh dunia dibanding dengan banyak ibukota Eropa Timur lainnya.

Pembangunan dari kota ini sendiri sangat marak dan jalan-jalan terus ditingkatkan. Tidak seperti di Malang yang sangat mudah orang mencari sewa mobil Malang, di kota ini juga sedang berusaha untuk meningkatkan pelayanan transportasi bagi para wisatawan. Di kota ini juga menawarkan hotel butik yang berlimpah yang dilengkapi dengan jalur metro dan stasiun yang cukup membuat para wisatawan dari barat terlihat cemburu melihatnya.

Pengaruh dari faham komunis masih meluas; pendudukan singkat negara itu oleh negara Uni Soviet dahulu yang sekarang telah menjadi Rusia, dari tahun 1945 hingga 1989 masih terlihat dalam arsitektur neo-Stalinisnya. Meski begitu, sebagian besar tempat wisata utama di Sofia sudah dipoles di era ini. Bangunan seperti Katedral Aleksandar Nevski, Sinagoga Sofia Pusat dan Masjid Banya Bashi merupakan pengingat masa lalu bagaimana multikulturalnya negara ini. Sementara itu Gereja Boyana juga terdaftar di UNESCO, terletak di Pegunungan Vitosha merupakan tempat yang mutlak untuk dikunjungi para wisatwan.

Warga setempat menyeimbangkan antara ketidaksukaan mereka dengan Rusia dan pengaruh Mediterania. Mereka terus bangga dan berusaha menjadi pemelihara warisan negara. Bahasa Bulgaria dan alfabet Cyrillic masih dipertahankan, melawan kecenderungan bahas Inggris sebagai bahasa yang banyak digunakan. Bahasa mereka ini sendiri tidak banyak digunakan di luar restoran, toko dan hotel disana.

Pengunjung dengan cepat menyadari bahwa meski kota ini terpencar dengan populasi lebih dari satu juta orang, sebagian besar aksi akan dapat dijalani hanya dengan 20 menit berjalan kaki. Jadi, apakah anda berbelanja di Vitosha Boulevard atau menghirup rakia (brendi buah) di sebuah bar, kejutan terbaik Sofia semuanya dapat diakses dengan berjalan kaki, kecuali jika anda berkelana ke Pegunungan Vitosha.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
12 + 22 =